Jumat, 06 Januari 2012

Bedah di pembuka tahun..

hmmm, nampaknya Allah hendak menuntun kita untuk belajar lebih dalam, membedah hingga mengenal bagian-bagian terdalam dan terkecil..

Bismillah...

Awal tahun 2012 => KMB, ruang bedah..
Tahun 2012 => tahun bedah.. READY???

OK, pelajaran pertama...
"Perawat dan kamar bedah"
1. Pre-operatif
  • Kenali konsep dasar keperawatan perioperatif. Apa itu perawat instrumentator, apa itu perawat sirkuler?
  • Orientasi medan (ruang, kondisi, dokumentasi) dan universal precaution di OK
  • Kenali alat dan bahan : steril, bersih, kotor, habis pakai, set instrumen, dkk
  • Siap jumpa pasien??? Wait... jangan lupa pelajari kasus (baca: diagnosa) dan prosedur tindakan (jenis operasi mulai indikasi, persiapan pasien, sampai komplikasi dan tatalaksana post-op). Penting juga untuk membuka ulang kamus anatomi ^^
2. Intra-operatif
  • hmm... nikmati prosesnya.. mulai dari pasien : pasang IV line, pasang DC, pasang elektroda, positioning, pasang negative plat, sampe induksi pasien dan desinfeksi area insisi..
  • Lanjuuut... buka lapis demi lapis sampai ke titik yang dituju. Yeps!!! saatnya belajar anatomi tubuh manusia secara live ^^
  • Next.. perhatikan dan pahami setiap tahap dari prosedur pembedahan (cetet di kepala: what, where, when, why, how-nya)
  • Mision comlplete... saatnya menutup yang dibuka. Tapi sebelumnya cek-ricek dulu (sudah bersih sebersih-bersihnya ato belum).
  • Tutup luka... jahit..jahit..jahit.. desinfeksi, softratules, kassa, plester, udah.
  • Penting diperhatikan selama operasi berlangsung : vital sign, balance cairan, juga keamanan
3. Post-operatif
  • Saatnya 'bersih-bersih' : pasien, alat, bahan
  • Transfer pasien ke recovery room. Pantau Aldere score-nya.. (pasien bisa keluar RR jika skornya >7)
    • Aktivitas
      • 2 : gerakan ke-4 anggota gerak dengan perintah
      • 1 : gerakan ke-2 anggota gerak dengan perintah
      • 0 : no respon
    • Respirasi
      • 2 : mampu bernapas dalam dan batuk
      • 1 : dispnoe dan hipoventilasi
      • 0 : apnoe
    • Sirkulasi
      • 2 : perubahan TD < 20% dari TD pre-operasi
      • 1 : perubahan TD 20-50% dari TD pre-operasi
      • 0 : perubahan TD > 50% dari TD pre-operasi
    • Kesadaran
      • 2 : sadar penuh
      • 1 : dapat dibangunkan
      • 0 : no respon
    • Warna kulit
      • 2 : merah
      • 1 : pucat
      • 0 : sianotik
  • Don't forget!! dokumentasinya, alat yang terpasang, 'barang' yang dilepas dari tubuh pasien, instruksi post operasi

Lanjuut... pelajaran ke-dua
"Benang-benang jahit"

Jenis-jenis benang
Ada tiga hal yang menentukan  pemilihan jenis benang jahit, yaitu jenis bahannya, kemampuan tubuh untuk menyerapnya dan susunan filamentnya. 
Benang yang dapat diserap melalui reaksi enzimatik pada cairan tubuh kini banyak dipakai. Penyerapan benang oleh jaringan dapat berlangsung antara tiga hari sampai tiga bulan tergantung jenis benang dan kondisi jaringan yang dijahit.
Menurut bahan asalnya, benang dibagi dalam benang yang terbuat dari usus domba meskipun namanya catgut dan dibedakan dalam catgut murni yang tanpa campuran dan catgat kromik yang bahannya bercampur larutan asam kromat. Catgut murni diserap cepat, kira kira dalam waktu satu minggu sedangkan catgut kromik diserap lebih lama kira kira 2-3 minggu.
Disamping itu ada benang yang terbuat dari bahan sintetik, baik dari asam poliglikolik maupun dari poliglaktin-910 yang inert dan memiliki daya tegang yang besar. Benang ini dalam dipakai pada semua jaringan termasuk kulit. Benang yang dapat diserap menimbulkan reaksi jaringan setempat yang dapat menyebabkan fistel benang atau infiltrate jaringan yang mungkin ditandai adanya indurasi.
Benang yang tidak dapat diserap oleh tubuh terbuat umumnya dari bahan yang tidak menimbulkan reasksi jaringan karena bukan merupakan bahan biologik. Benang ini dapat berasal dari sutera yang sangat kuat dan liat, dari kapas yang kurang kuat dan mudah terurai, dan dari polyester yang merupkan bahan sintetik yang kuat dan biasanya dilapisi Teflon. Selain itu terdapat juga benang nailon yang berdaya tegang besar, yang terbuat dari polipropilen yang terdiri atas bahan yang sangat inert dan baja yang terbuat dari baja tahan karat.
Karena tidak dapat diserap maka benang akan tetap berada di jaringan tubuh. Benang jenis ini biasanya di gunakan pada jaringan yang sukar sembuh. Bila terjadi infeksi akan terbentuk fistel yang baru dapat sembuh setelah benang yang bersifat benda asing dikeluarkan.
Benang alami terbuat dari sutera atau kapas. Kedua bahan alami ini dapat bereaksi dengan jaringan tubuh meskipun minimal karena mengandung juga bahan kimia alami. Daya tegangnya cukup dan dapat diperkuat bila dibasahi terlebih dahulu dengan larutan garam sebelum digunakan.
Bahan sintetik terbuat dari polyester, nailon atau polipropilen yang umumnya dilapisi oleh bahan pelapis Teflon atau Dacron. Dengan lapisan ini, permukaannya lebih mulus sehingga tidak mudah bergulung atau terurai. Benang mempunyai daya tegang yang besar dan dipakai untuk jaringan yang memerlukan kekuatan penyatuan yang besar.
Menurut bentuk untaian seratnya, benang dapat berupa monofilament bila hanya terdiri dari satu serat saja, dan polifilamen bila terdiri atas banyak serat yang diuntai menjadi satu. Cara menguntainya dapat sejajar dibantu bahan pelapis atau di untai bersilang sehingga penampangnya lebih bulat, lebih lentur dan tidak mudah bergulung.
Benang baja dapat berbentuk monofilament atau polifilamen, sering dipakai pada sternum setelah torakotomi, jika terkontaminasi mudah terjadi infeksi.



Seide (silk/sutera)
Bersifat tidak licin seperti sutera biasa karena sudah dikombinasi dengan perekat, tidak diserap tubuh. Pada penggunaan disebelah luar maka benang harus dibuka kembali.
Warna : hitam dan putih
Ukuran : 5,0-3
Kegunaan : menjahit kulit, mengikat pembuluh arteri (arteri besar) dan sebagai teugel (kendali)

Plain catgut
Diserap tubuh dalam waktu 7-10 hari
Warna : putih dan kekuningan
Ukuran : 5,0-3
Kegunaan : untuk mengikat sumber perdarahan kecil, menjahit subkutis dan dapat pula dipergunakan untuk menjahit kulit terutama daerah longgar (perut, wajah) yang tak banyak bergerak dan luas lukanya kecil.
Plain catgut harus disimpul paling sedikit 3 kali, karena dalam tubuh akan mengembang.

Chromic catgut
Berbeda dengan plain catgut, sebelum dipintal ditambahkan krom, sehinggan menjadi lebih keras dan diserap lebih lama 20-40 hari.
Warna : coklat dan kebiruan
Ukuran : 3,0-3
Kegunaan : penjahitan luka yang dianggap belum merapat dalam waktu 10 hari, untuk menjahit tendo untuk penderita yang tidak kooperatif dan bila mobilisasi harus segera dilakukan.

Ethilon
Benang sintetis dalam kemasan atraumatis (benang langsung bersatu dengan jarum jahit) dan terbuat dari nilon lebih kuat dari seide atau catgut. Tidak diserap tubuh, tidak menimbulkan iritasi pada kulit dan jaringan tubuh lain
Warna : biru dan hitam
Ukuran : 10,0-1,0
Penggunaan : bedah plastic, ukuran yang lebih besar sering digunakan pada kulit, nomor yang kecil digunakan pada bedah mata.

Ethibond
Benang sintetis(polytetra methylene adipate). Kemasan atraumatis. Bersifat lembut, kuat, reaksi terhadap tubuh minimum, tidak terserap.
Warna : hiaju dan putih
Ukuran : 7,0-2
Penggunaan : kardiovaskular dan urologi

Vitalene
Benang sintetis (polimer profilen), sangat kuat lembut, tidak diserap. Kemasan atraumatis
Warna : biru
Ukuran : 10,0-1
Kegunaan : bedah mikro terutama untuk pembuluh darah dan jantung, bedah mata, plastic, menjahit kulit

Vicryl
Benang sintetis kemasan atraumatis. Diserap tubuh tidak menimbulkan reaksi jaringan. Dalam subkuitis bertahan 3 minggu, dalam otot bertahan 3 bulan
Warna : ungu
Ukuran : 10,0-1
Penggunaan : bedah mata, ortopedi, urologi dan bedah plastic

Supramid
Benang sintetis dalam kemasan atraumatis. Tidak diserap
Warna : hitam dan putih
Kegunaan : penjahitan kutis dan subkutis

Linen
Dari serat kapas alam, cukup kuat, mudah disimpul, tidak diserap, reaksi tubuh minimum
Warna : putih
Ukuran : 4,0-0
Penggunaan : menjahit usus halus dan kulit, terutama kulit wajah

Steel wire
Merupakan benang logam terbuat dari polifilamen baja tahan karat. Sangat kuat tidak korosif, dan reaksi terhadap tubuh minimum. Mudah disimpul
Warna : putih metalik
Kemasan atraumatuk
Ukuran : 6,0-2
Kegunaan : menjahit tendo

 
Ukuran benang

Ukuran benang dinyatakan dalam satuan baku eropa atau dalam satuan metric. Ukuran terkecil standar eropa adalah 11,0 dan terbesar adalah ukuran 7.
Ukuran benang merupakan salah satu factor yang menentukan kekuatan jahitan. Oleh karena itu pemilihan ukuran benang untuk menjahit luka bedah bergantung pada jaringan apa yang dijahit dan dengan pertimbangan factor kosmetik. Sedangkan kekuatan jahitan ditentukan oleh jumlah jahitan, jarak jahitan, dan jenis benangnya. Pada wajah digunakan ukuran yang kecil (5,0 atau 6,0)

Lokasi penjahitan
Jenis benang
Ukuran
Fasia
Semua
2,0-1
Otot
Semua
3,0-0
Kulit
Tak diserap
2,0-6,0
Lemak
Terserap
2,0-3,0
Hepar
Kromik catgut
2,0-0
Ginjal
Semua catgut
4,0
Pancreas
Sutera atau kapas
3,0
Usus halus
Catgut, sutera, kapas
2,0-3,0
Usus besar
Kromik catgut
4,0-0
Tendon
Tak terserap
5,0-3,0
Kapsul sendi
Tak terserap
3,0-2,0
Peritoneum
Kromik catgut
3,0-2,0
Bedah mikro
Tak terserap
7,0-11,0

Sumber :              
- Buku ajar ilmu bedah, R Sjamsuhidajat dan Wim de Jong
- Bedah minor, dr. Sumiardi Karakata dan dr. Bob Bachsinar

Selasa, 31 Mei 2011

d'Cakoel : Nyeri (part.1)


Konsep Umum
  • Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan, yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.
  • Teori Specificity “suggest” menyatakan bahwa nyeri adalah sensori spesifik yang muncul karena adanya injury dan informasi ini didapat melalui sistem saraf perifer dan sentral melalui reseptor nyeri di saraf nyeri perifer dan spesifik di spinal cord.
  • Secara umum keperawatan mendefinisikan nyeri sebagai apapun yg menyakitkan tubuh yg dikatakan individu yg mengalaminya, yg ada kapanpun individu mengatakannya.

Fisiologi Nyeri

  •  Resepsi : proses perjalanan nyeri
Stimulus (mekanik, termal, kimia) => pengeluaran histamin, bradikinin, kalium, => Nosiseptor => Impuls syaraf => Serabut syaraf perifer => Kornu dorsalis medulla spinalis => Neurotransmiter (substansi P) => Pusat syaraf di otak => Respon reflek protektif
  •  Persepsi : kesadaran seseorang terhadap nyeri 
Stimulus nyeri => Medula spinalis => Talamus => Otak (area limbik) => Reaksi emosi =>  Pusat otak => Persepsi
  • Reaksi  : respon fisiologis & perilaku setelah mempersepsikan nyeri
Impuls nyeri => medula spinalis => batang otak & talamus => Sistem syaraf otonom => Respon fisiologis & perilaku (flight atau fight)

Klasifikasi Nyeri
a.  Berdasarkan sumbernya
  • Cutaneus / superfisial, yaitu nyeri yang mengenai kulit/ jaringan subkutan. Biasanya bersifat burning (seperti terbakar). contoh: terkena ujung pisau atau gunting
  • Deep somatic / nyeri dalam, yaitu nyeri yang muncul dari ligamen, pemuluh darah, tendon dan syaraf, nyeri menyebar & lebih lama daripada cutaneus. contoh: sprain sendi
  • Visceral (pada organ dalam), stimulasi reseptor nyeri dlm rongga abdomen, cranium dan thorak. Biasanya terjadi karena spasme otot, iskemia, regangan jaringan 
b.  Berdasarkan penyebab  
  • Fisik : bisa terjadi karena stimulus fisik (contoh: fraktur femur) 
  • Psycogenic : terjadi karena sebab yang kurang jelas/susah diidentifikasi, bersumber dari emosi/psikis dan biasanya tidak disadari. (contoh: orang yang marah-marah, tiba-tiba merasa nyeri pada dadanya) 
c.  Berdasarkan lama/durasinya   
  •  Nyeri akut   
# Lamanya dalam hitungan menit
# Ditandai  peningkatan BP, nadi, dan respirasi
# Respon pasien: fokus pada nyeri, menyetakan nyeri menangis dan mengerang
# Tingkah laku menggosok bagian yang nyeri
  • Nyeri kronik 
# Lamanya sampai hitungan bulan, > 6 bulan
# Fungsi fisiologi bersifat normal
# Tidak ada keluhan nyeri
# Tidak ada aktifitas fisik sebagai respon terhadap nyeri
d.  Berdasarkan lokasi/ letak
  • Radiating pain : nyeri menyebar dari sumber nyeri ke jaringan di dekatnya (ex: cardiac pain)
  • Referred pain : nyeri dirasakan pada bagian tubuh tertentu yang diperkirakan berasal dari  jaringan penyebab
  •  Intractable pain : nyeri yang sangat sulit dihilangkan (ex: nyeri kanker maligna)
  • Phantom pain : sensasi nyeri dirasakan pada bagian tubuh yg hilang (ex: bagian tubuh yang diamputasi)  atau bagian tubuh yang lumpuh karena injuri medulla spinalis

Respon Individu terhadap Nyeri  
  1. Respon Fisiologis Terhadap Nyeri
a.   Stimulasi Simpatik (nyeri ringan, moderat, dan superficial)
  • Dilatasi saluran bronkhial dan peningkatan respirasi rate
  • Peningkatan heart rate
  • Vasokonstriksi perifer, peningkatan BP
  • Peningkatan nilai gula darah
  • Diaphoresis
  • Peningkatan kekuatan otot
  • Dilatasi pupil
  • Penurunan motilitas GI
 b.  Stimulus Parasimpatik (nyeri berat dan dalam)
  • Muka pucat
  • Otot mengeras
  • Penurunan HR dan BP
  • Nafas cepat dan irreguler
  • Nausea dan vomitus
  • Kelelahan dan keletihan
  1.  
  2. Respon Tingkah Laku Terhadap Nyeri
Respon perilaku terhadap nyeri dapat mencakup:
  • Pernyataan verbal (Mengaduh, Menangis, Sesak Nafas, Mendengkur)
  • Ekspresi wajah (Meringis, Menggeletukkan gigi, Menggigit bibir)
  • Gerakan tubuh (Gelisah, Imobilisasi, Ketegangan otot, peningkatan gerakan jari & tangan
  • Kontak dengan orang lain/interaksi sosial (Menghindari percakapan, Menghindari kontak sosial, Penurunan rentang perhatian, Fokus pd aktivitas menghilangkan nyeri)
 

to be continue...